Sebuah hadist memberikan pembelajaran kepada kita bahwa beramal sholeh itu tidak perlu bersusah payah atau harus bergelimangan harta. Akan tetapi disetiap sudut kehidupan ini, kita mampu menyegerakan diri kita untuk selalu beramal sholah.

Ada satu hadist yang diriwayatkan olah muslim yang mampu meberikan motivasi kepada kita semua “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu terhadap saudaramu” (HR. Muslim)

Baca Juga : Beramal sholeh dipagi hari

Di hadist yang lain disebutkan bahwa “Sungguh, aku melihat seorang lelaki menikmati (berbagai kenikmatan) di surga karena suatu pohon yang ia  tebang  di  tengah  jalan,  yang  mengganggu orang-orang” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Layaknya seperti hadist di atas, tidak dibutuhkan harta dan tidak harus bersusah payah untuk beramal sholah, cukup dengan memberikan wajah yang cerah bersamaan dengan seutas senyuman maka itu merupakan bagian dari amal sholeh.

Disisi lain, di masjid Aqshal Madinah Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Ada seorang santri yang selalu beramal sholeh dan membuat banyak orang tersenyum ketika keluar dari masjid. Dan semoga ini menjadi amal yang bisa menghantarknya kesurga-nya Allah SWT.

Berawal dari sepasang sendal, yang dipakai untuk menjaga telapak kaki agar terhindar dari duri ataupun kerikil-kerikil kecil yang tajam. Namun ketika sang pemilik sudah masuk kedalam masjid, maka sandalpun tak tentu kemana arah meletakannya.

Inilah yang menjadi ladang amal sholeh bagi sekelompok santri ini. Merapikan dan menata sandal dan sepatu yang tidak terpasang dengan rapi. Layaknya sebuah barisan tentara yang sedang apel pagi, maka seperti itulah mereka menata sandal yang ada dipelataran masjid.

Sekelompok santri ini memang diamanahkan melalui pengasuhnya. Untuk beramal sholah dengan menata sandal dimasjid agar tertata rapi. Sehingga dengan istiqomah sekelompok santri ini menerima dan menjalankan amanah yang diberikan pengasuhnya.

Semoga memberikan balasan kepada kita semua terhadap amalan yang telah kita perbuat.

One thought on “Ketika “Tak” Merasa Beramal Sholeh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *