Sekolah Islam Surabaya
SD

Diriwayatkan bahwa Utbah bin Abi Sufyan pernah berkata kepada guru yang mengajar anaknya, “Wahai Abdus-Shamad, hendaklah yang pertama-tama engkau lakukan adalah memperbaiki dirimu, karena sesungguhnya mata mereka tergantung kepada matamu. Kebaikan menurut mereka adalah apa yang engkau pandang baik, dan keburukan menurut mereka adalah sesuatu yang engkau pandang buruk. Ajarkan kepada mereka Kitab Allah, namun jangan engkau paksakan sehingga mereka akan menjadi jenuh. Namun jangan pula engkau abaikan darinya sehingga mereka akan meninggalkannya. Ajarkan syair yang paling sopan dan hadits yang paling mulia. Jangan engkau keluarkan mereka dari satu ilmu menuju ilmu lainnya sampai mereka benar-benar menguasainya. Terlalu banyak mendengarkan berbagai pembicaraan itu bisa merusak pemahaman.

Janganlah engkau ancam mereka denganku dan didiklah mereka tanpa melibatkan namaku. Jadilah engkau bagi mereka, layaknya seorang tabib ramah yang tidak akan memberi obat kecuali terlebih dahulu sudah mengetahui jenis penyakitnya. Kisahkan kepada mereka sejarah raja-raja dan jauhkan mereka dari pembicaraan mengenai wanita. Jangan sekali-kali bersandar kepada alasan dariku karena sesungguhnya aku pun mengandalkan pengajaran darimu. Lakukan yang terbaik buat mereka niscaya aku pun akan melakukan yang terbaik buatmu, Insya Allah.”

Imam Mawardi menegaskan urgensi memilih guru yang baik dengan mengatakan, “Memang wajib bersungguh-sungguh di dalam memilihkan guru dan pendidik bagi anak seperti kesungguhan di dalam memilihkan ibu dan ibu susuan baginya, bahkan lebih dari itu. Seorang anak akan mengambil akhlak, gerak-gerik, adab dan kebiasaan dari gurunya melebihi yang diambil dari orang tuanya sendiri. Sebab, waktu bergaul dengan gurunya lebih banyak dan waktu belajarnya dengan guru juga lebih lama. Anak akan selalu meneladani gurunya dan juga tunduk kepadanya.