Hidayatullah Surabaya

Tidak pernah terbayangkan pendidikan yang hadir di Hidayatullah surabaya ini berkembang pesat dan menjadi lembaga pendidikan profesional. Seiring dengan perkembangan zaman pendidikan yang berdiri sejak tahun 1994 ini memiliki animo dan kepercayaan yang tinggi di masyarakat sekitar dan masyarakat umum.

Betapa tidak, Ust. Zainal muttaqin menceritakan bagaimana perjuangan membangun lembaga pendidikan ini. Berawal dari semangat dan antusiasme yang tinggi dan berupaya untuk menegakan peradaaban islam di bumi surabaya ini. Maka di bentuklah lembaga pendidikan Luqman Al hakim.

Berawal dari bangunan rumah panggung kayu (Bipak) lembaga pendidikan luqman al hakim bermula. Dan dari bipak itulah murupakan tempat satu-satunya untuk menempa diri dan ideologi. Dengan ketaatan dan kepatuhan kepada pimpinan (ust. Abdurahman) menjadi tolak ukur mengenal pengendalian diri.

Sami’na wa ato’na (kami mendengar dan kami taat) itulah bekal yang dipegang teguh oleh para santri pada waktu itu. Sehingga tidak ada bantahan sedikitpun dari apa yang di katakan oleh pimpinan.

Ust. Zaenal.- itulah Sapaan akrab beliau- membeberkan kenangan yang tidak mungkin dilupakan itu, peristiwa yang dialaminya ketika berusaha membangun lembaga pendidikan yang utuh. Pada saat itu beliau berusia 20 tahun dan sedang berprofesi sebagai mahasiswa yang duduk dismester 6.

Diusianya yang masih sangat muda itu, dan sebelum menjajaki dunia pendidikan, ideologi menjadi tumpuan utama untuk diperbaiki sekaligus menempa diri melalui organisasi yang tidak terkenal sama sekali di kalangan masyarakat, yaitu pesantren Hidayatullah.

Sebelum berdirinya lembaga pendidikan, berdirilah YPYPT (yayasan Penyantunan yatim Piatu dan Terlantar) ditahun 1989 sampe 1990an sebagai wadah untuk tempat berkumpulnya para pimpinan dan tempat bernaungnya para santri.

Dari YPYPT itulah santri dikenalkan dengan berbagai macam aktivitas dan kegiatan, baik kegiatan jasadiyah maupun rohaniah. Aktivitas yang paling diunggulkan adalah kegiatan rohaniah yaitu penekanan pada sholat fardu dan sholat lail (malam). Dan dari sholat inilah menjadi tolok ukur yang mencerminkan seseorang itu bisa dikatakan taat atau tidak.

“Tidak pernah terasa perjalanan itu sangat panjang dan penuh dengan hiruk pikuk” papar ustad zaenal sambil tersenyum.

Secara manusiawi, memang kita membutuhkan materi untuk melanjutkan kehidupan, akan tetapi keluhan itu sirna tak kala tauhid telah masuk, menusuk serta menghujam memenuhi ruang dan rongga-rongga kehidupan. Sehingga yang muncul adalah semangat dan motivasi serta secara sadar bahwa tujuan akhir dari kehidupan ini adalah akhirat, bukalah dunia yang bersifat materi.

Tauhid Rububiyah, asma’ wa sifa’ dan uluhiyah yang menjadi ideologi dan dihadirkan dalam manhaj Sistematika Wahyu (SW) yang berlandaskan surat yang pertama kali diterima oleh Rasulullah SAW mampu memberikan warna dan corak dalam kehidupan, sehingga yang muncul adalah semangat untuk berkarya, walaupun dari sisi kehidupan pribadi tidak memiliki apa-apa.

“Hidup untuk Islam , berkarya untuk Islam dan pekerjaan utama dalam kehidupan ini adalah sholat” itulah ungkapan yang selalu menjadi pegangan dalam kehiduppan berlembaga ini. Dengan demikian apapun amanah yang diberikan, semua itu dilaksanakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

Berawala dari semangat dan tawakal kepada Allah inilah ust.zaenal dan teman-teman lainnya berupaya untuk mendirikan pendidikan Hidayatullah yang berpusat di surabaya ini. Di tahun 1994 sekolah pertama berdiri SMA Luqman Al hakim didaftarkan ke Diknas Pendidikan Surabaya.

Namun pada saat itu di tantang oleh Diknas bahwa sekolah ini tidak boleh tutup dengan alasan tidak ada murid. Melihat perkembangan sekolah itu dan juga animo masyarakat yang sangat tinggi, maka di lanjutkan dengan membuka pendidikan Dasar atau bisa di katakan dengan SD.

Seiring dengan berjalannya waktu serta perkembangan tekhnologi yang berkembang semakkin pesat. Sekolah Luqman Al Hakim Hidayatullah Surabaya mempunyai peran besar untuk ikut mencerdaskan anak bangsa.

Hingga saat ini, sekolah Luqman Al Hakim Hidayatullah Surabaya telah hadir di tengah –tengah masyarakat surabaya mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia dini atau PAUD hingga perguruan tinggi.

Sekolah yang berasaskan nilai-nilai tauhid yang bersumber dari Al-qur’an dan Sunnah, menjadikan sekolah ini berbasis integral karakter sebagaimana yang telah diajarkan oleh rasulullah kepada para sahabatnya melalui pendidikan karakter dan akhlak.