Surabaya — Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya menggelar Kajian Kitab Perdana Tahun Ajaran 2026–2027 di Masjid Aqshal Madinah pada Sabtu (8/8/2026), yang diikuti oleh seluruh aktivis Pesantren Hidayatullah Surabaya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus menguatkan tradisi menuntut ilmu di kalangan aktivis sebagai bekal dalam menjalankan amanah dakwah dan pendidikan.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari Badan Pengurus, serta kajian kitab Halun Nabiyyi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Ma’a Ashhabihi.
Ketua Badan Pengurus Hidayatullah Surabaya, Ustadz Marni Mulyana, Lc., M.Th.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam membangun kualitas diri seorang aktivis. Menurutnya, ilmu harus dipelajari dengan kesungguhan, diamalkan dalam kehidupan, dan menjadi landasan dalam menjalankan amanah serta memberikan manfaat kepada orang lain.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya meneguhkan komitmennya untuk terus berikhtiar memperkuat budaya keilmuan, meningkatkan kualitas pembinaan aktivis, serta melahirkan sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, dan siap mengemban amanah dakwah.




