Tinggalkan Keragu -raguan

Tinggalkan Keragu -raguan

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .

[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Terjemah hadits:

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. [Tirmidzi no. 2520 dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh, dan An-Nasa-i no. 5711]

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara’.

2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat, khususnya jika diantara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan.

3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil.

4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.

5. Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid’ah.

6. Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan yang haram.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

1 thought on “Tinggalkan Keragu -raguan”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *