Pimpinan Ingatkan Istiqamah Ber-Qur’an

Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad mengajak para pemuda Indonesia untuk memiliki idealisme yang sangat kuat. Ia sampai menyebut bahwa pemuda harus punya idealisme yang “amat sangat”.

“Tidak bisa kalau pemuda tidak punya idealisme yang amat sangat,” ujarnya saat dalam acara temu para dai dan pemuda di Kota Depok, Jawa Barat, dalam rangkaian acara Pra Munas ke-7 Syabab (Pemuda) Hidayatullah, Ahad (08/12/2019).

Ustadz Abdurrahman pun mengingatkan para aktivis Muslim, khususnya para kadernya, agar memiliki semangat dan idealisme yang kuat dalam menjalankan amanah membangun agama, bangsa, dan negara Indonesia ini.

Idealisme yang kuat, jelasnya, diperlukan dalam menyikapi berbagai persoalan dan realita kehidupan dunia secara global maupun nasional saat ini.

Ustadz Abdurrahman pun mengingatkan kepada para pengajar baik dosen di perguruan tinggi maupun guru di sekolah dan madrasah, agar tetap istiqamah menjalankan amanah yang diberikan dalam mendidik generasi muda Islam.

“Hai para guru dosen, jangan tidur melihat keadaan ini. Jangan mau ngajar ini karena mau hidup, jangan mengajar karena mau menerima gaji tiap bulan. Tapi mengajar ini karena kewajiban dari Allah,” pesannya dengan tegas.

Ustadz Abdurrahman mengatakan, manusia yang idealis akan lahir dari pendidik dan pemimpin yang beridealisme tinggi.

“Tidak akan lahir manusia manusia idealis kalau tidak ada guru yang idealis, tidak lahir manusia yang idealis yang amat sangat kalau tidak ada pemimpin yang idealis,” ungkapnya.

“Sehingga kita menjaga bahwa ini betul betul amanah,” ujarnya, seraya mengatakan bahwa tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah.

“Pahami suatu tugas bahwa itu tugas dari Allah,” imbuhnya.

Ustadz Abdurrahman berpesan bahwa untuk menghadapi fenomena global, dimana berbagai negara-negara adidaya telah menunjukkan kekuatan “supernya” masing-masing, maka para pemuda harus kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Tidak bisa, katanya, menghadapi dunia dengan kekuatan biasa, tapi harus dihadapi dengan kekuatan yang luar biasa. Kekuatan yang biasa itu adalah sesuatu yang dipandang manusia. Sedangkan kekuatan yang luar biasa itu kekuatan dari langit yaitu dari Allah.

“Yang dari langit itu yang luar biasa,” ujarnya. “Makanya Qur’an itu luar biasa.”

Oleh karena itu, Ustadz Abdurrahman kembali mengingatkan dan mengajak umat Islam terkhusus para kadernya untuk betul-betul dekat kepada Al-Qur’an. Selain dibaca, Al-Qur’an juga harus diyakini betul.

Membaca Al-Qur’an pun harus rutin setiap hari. Misalnya, kata dia, minimal satu hari satu juz, mengutip sebuah program One Day One Juz (ODOJ) yang marak sejak beberapa tahun lalu.

Di Hidayatullah sendiri, program sejenis telah diluncurkan dengan cakupan yang lebih luas, tidak cuma pada membaca Al-Qur’an minimal satu juz satu hari. Program ini disebut Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) yang diluncurkan pada acara Silaturahim Nasional Hidayatullah di Gunung Tembak, Balikpapan, penghujung tahun 2018 lalu.

“Ini dulu, diyakini betul Qur’an ini. Ada GNH ya, (atau) One Day One Juz. Kalau pemuda beridealisme, One Day Three Juz. Kalau pemimpin One Day Two Juz, kalau pemuda One Day Three Juz,” ungkapnya mencontohkan.

Menurutnya, kalau ada pemuda yang “klemek-klemek”, gerakannya tidak kencang, selalu terlambat, bisa jadi dia belum ber-Qur’an.

Untuk diketahui, Munas ke-7 Syabab Hidayatullah mengusung tema “Meneguhkan Visi Pemuda Menyongsong Indonesia Maju, Bersama Syabab Hidayatullah Tinggikan Martabat Bangsa”, akan digelar di Jakarta bulan depan, tepatnya pada Jumat-Senin (17-20/01/2020).* (SKR) hidayatullah.or.id

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *